Tim SAR Evakuasi Perempuan yang Hanyut di Sungai Ular Sumut

Tim SAR Evakuasi Perempuan yang Hanyut di Sungai Ular Sumut

Tim SAR evakuasi perempuan yang hanyut di sungai Ular Sumut

Pencarian seorang remaja perempuan yang hanyut di Sungai Ular, Sumatera Utara, berakhir duka.

Yesi, remaja berusia 17 tahun, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Senin 19 Oktober 2026 di wilayah Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu.

Kepala Kantor SAR Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan di tepi sungai. Titik penemuan tersebut berjarak sekitar 3,4 kilometer ke arah utara dari lokasi awal kejadian.

Insiden ini bermula pada 17 Oktober 2026 ketika Yesi mandi bersama tiga temannya di sungai. Korban kemudian diduga terbawa derasnya arus hingga menghilang.

Teman-temannya yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan kepada kepala desa setempat.

Warga sempat berusaha mencari keberadaan korban secara mandiri. Namun, upaya awal itu belum membuahkan hasil sehingga Kepala Desa Denai Kuala, Wardi, menghubungi Kantor SAR Kelas A Medan untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, enam personel penyelamat diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan pendukung.

Tim kemudian bekerja sama dengan kepolisian, BPBD Deli Serdang, serta unsur pemerintah setempat untuk menyusun langkah pencarian.

Operasi pencarian dibagi menjadi dua kelompok atau Search and Rescue Unit (SRU). Petugas menggunakan perangkat aqua eye dan perahu karet untuk menyisir permukaan sungai sejauh kurang lebih satu kilometer ke arah hilir. Pencarian juga dilakukan melalui jalur darat di sepanjang tepian sungai.

Setelah pencarian berlangsung selama tiga hari, korban akhirnya ditemukan pada pukul 08.20 WIB. Operasi pada hari ketiga tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Jasad Yesi selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya untuk proses berikutnya. Hery menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian tragis tersebut.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan bahaya saat beraktivitas di sungai, khususnya ketika hujan turun dan arus meningkat.

Baca juga: Bantah kasus pencabulan, Ruben adukan dugaan laporan palsu