BGN melarang siswa untuk bawa makanan MBG ke rumah, ini alasannya
Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (GPPG) membuat perjanjian tertulis dengan sekolah penerima program makan bergizi gratis (MBG).
Perjanjian itu mengatur batas waktu konsumsi makanan dan melarang siswa untuk membawanya pulang.
Perintah tersebut disampaikan Nanik Sudaryati Deyang saat memberikan arahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi dalam agenda Koordinasi dan Evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yayasan, mitra, dan pihak sekolah, di Bayuwangi, Jawa Timur, hari Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menegaskan, aturan ini penting karena masih ditemukannya kasus keamanan pangan di berbagai daerah akibat makanan dikonsumsi melewati batas waktu aman.
“Makanan ini harus dikonsumsi sesuai waktu terbaiknya dan tidak boleh dibawa pulang. Kalau datang jam tujuh, terakhir dikonsumsi jam sekian sesuai label,” katanya, 25 Januari 2026.
Saran pembuatan perjanjian tertulis awalnya disampaikan Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno, yang menilai perlu ada tanggung jawab bersama antar SPPG atau dapur MBG san sekolah agar hidangan MBG dikonsumsi tepat waktu. Nanik menegaskan, kebijakan ini harus dijalankan.
Menurutnya, perjanjian ini memperjelaskan pembagian tanggung jawab: SPPG mendistribusikan makanan tepat waktu, sementara sekolah mengawasi proses pembagian, waktu, dan tempat konsumsi MBG.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.