Nasional

Partai Demokrat Kritik Pemerintah AS Karena Tidak Memiliki Hak Perang Lawan Iran

Partai Demokrat kritik pemerintah AS karena tidak memiliki hak perang lawan Iran

Beberapa senator dari Partai Demokrat mengkritik pemerintah Amerika Serikat karena dinilai tidak memiliki strategi yang jelas dalam perang melawan Iran.

Kritik tersebut ada setelah mereka mengikuti pengarahan tertutup selama dua jam dari Presiden Donald Trump bersama Komite Angkatan bersenjata Senat Amerika Serikat.

Para senator menilai tidak apa kerangka strategi yang terkoordinasi dalam kebijakan tersebut.

Ketidakjelasan itu terlihat dalam berbagai masalah penting, mulai dari keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran, sampai masa depan program nulik negara itu.

Senator dari Maryland, Chris Van Hollen, menilai kebijakan Trump pada dasarnya hanya mengikuti keinginan lama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Apa yang didengar di balik pintu tertutup pada dasarnya sama dengan kita dengan di ruang publik, yaitu ketidakjelasan total.” katanya.

“Namun kita tahu, dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio, bahwa Netanyahu memutuskan untuk menyerang Iran. Dan sekarang kita berada dalam situasi melakukan apa yang selama 40 tahun diinginkan oleh Pertama Menteri Netanyahu, yaitu menyerang Iran,” tambahnya.

Tak hanya itu, Senator dari Massachusetts, Elizabeth Warren, juga menyampaikan kritik tajam.

“Keadaannya jauh lebih buruk daripada yang kalian bayangkan. Pemerintahan Trump tidak memiliki rencana apa pun terkait Iran. Perang ilegal ini dibangun di atas kebohongan dan diluncurkan tanpa adanya ancaman langsung terhadap negara kita.” katanya.

“Trump bahkan belum memberikan satu alasan yang jelas mengenai perang ini dan juga tidak memiliki rencana untuk mengakhirinya,” katanya.

Sementara itu, Senator Chris Murphy mengatakan para pejabat pemerintah dalam pengarahan tersebut menyampaikan bahwa tujuan perang bukan untuk menghancurkan program nuklir Iran maupun mengganti pemerintahan yang berkuasa.

“Jadi mereka akan menghabiskan ratusan miliar dolar uang pajak rakyat, membuat banyak warga Amerika terbunuh, dan pada akhirnya rezim haris keras bahkan mungkin yang lebih anti-Amerika tetap akan berkuasa,” katanya.

Baca juga: BGN umumkan MBG diberhentikan sementara dengan alasan SPPG belum memenuhi SOP
Penguin

Recent Posts

Ceramah Habib Alwi Assegaf Diprotes, Inilah Sindiran Sekjen MUI

Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…

10 jam ago

700 BUMN Merugi di Era Prabowo, Penutupan Ditargetkan 2026

700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…

11 jam ago

Andre Taulany dan Amanda Rigby Romantis Saat Liburan di Italia

Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…

20 jam ago

Dedi Mulyadi Serukan Resolusi Jihad Anggaran di Hari Santri 2026

Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…

20 jam ago

Puan Minta Balita Jadi Prioritas Penanganan Bencana Karhutla

Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…

22 jam ago

Yusril Sebut, Korupsi Bikin Pejabat BUMN Takut Ambil Risiko

Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…

1 hari ago

This website uses cookies.