Polisi melet-melet ke pendemo di Bengkulu, langsung ditindak
Tindakan seorang anggota polisi saat mengawal demonstrasi mahasiswa di Bengkulu berujung pada pemeriksaan internal.
Personel tersebut menjadi ramai setelah terekam menjulurkan lidah atau melet-melet ke arah peserta aksi saat pengamanan berlangsung.
Peristiwa itu terjadi ketika mahasiswa menggelar demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.
Aksi tersebut berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026.
Video mengenai tindakan anggota polisi itu kemudian menjadi perhatian publik, sikap tersebut dinilai tidak sejalan dengan pendekatan humanis yang semestinya diterapkan aparat ketika menjalankan tugas pengamanan di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan anggota yang bersangkutan telah diamankan.
Polisi tersebut kemudian menjalani pemeriksaan untuk mengetahui secara lebih lanjut tindakan yang dilakukannya ketika berada di lokasi demonstrasi.
Polda Bengkulu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perilaku salah satu personelnya.
Imam menjelaskan bahwa langkah terhadap anggota tersebut diambil setelah kepolisian melakukan evaluasi dan pemeriksaan atas kejadian yang menjadi sorotan.
Menurut Imam, sanksi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan tindakan personel secara individu.
Proses tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi internal untuk memastikan seluruh anggota menjalankan tugas berdasarkan aturan dan nilai pelayanan yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa anggota kepolisian perlu memahami cara bersikap ketika berhadapan dengan masyarakat.
Gestur, perkataan, hingga tindakan selama bertugas harus diperhatikan agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Polda Bengkulu berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh personel.
Anggota kepolisian diminta menjaga sikap dan tutur kata, termasuk ketika menghadapi massa yang sedang menyampaikan aspirasi.
Imam juga mengajak masyarakat dan aparat membangun komunikasi yang lebih baik.
Dengan komunikasi yang terjaga, penyampaian aspirasi diharapkan berlangsung tertib tanpa menghilangkan rasa saling menghormati antara peserta aksi dan petugas keamanan.

